Astaqfirullah, Al-Quran Ternyata Sudah Dibakar di AS
KAMIS, 27 DESEMBER 2012
Aksi tersebut dihadiri Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan Gerakan Peduli Pluralisme dan Persekutuan Gereja Indonesia. Demo yang digelar di depan Kedubes AS Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (4/9), menentang rencana Hari Pembakaran Al-Quran yang akan digelar oleh Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida yang pada 11 September mendatang.
Itu sejauh pengamatan di Indonesia. Tapi sebenarnya aksi pembakaran terhadap Alquran itu sudah terjadi sebelum 11 September. Yah, beberapa hari lalu Gereja Dove World Outreach Center telah membagikan Alquran kepada penduduk setempat untuk memulai pembakaran.
Tak ayal pembakaran itu sempat diambil oleh sebagian orang, dan kini gambar video pembakaran Alquran sudah beredar di situs jejaring sosial seperti YouTube, Facebook, dan Twitter.
Pada video yang beredar itu terekam Al-Quran yang sengaja dibakar. Awalnya pelaku pembakaran menggunakan minyak/bensin untuk membakar. Dan ketika api hendak dinyalakan, pelaku bahkan sempat menggunakan kaki untuk membuka lembaran Al-Quran.
Gambar lainnya yang juga terdapat di YouTube adalah gambar video seorang pemuda yang membakar Alquran hingga tidak tersisa alias sudah menjadi abu. Dalam aksinya yang direkam, pemuda tersebut mengucapkan kata-kata hinaan kepada Islam, dan mengatakan “Allah is a F*** and Devil”.
Pembakaran Al-Quran itu terang saja menimbulkan kecaman dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya muslim. Namun tidak sedikit pula kecaman malah muncul dari umat Kristiani. Seperti Asosiasi Nasional Evangelis, kelompok Evangelis terbesar di AS, mengeluarkan pernyataan mendesak gereja untuk membatalkan acara tersebut. Peringatan yang dibarengi dengan pembakaran Al-Quran itu bisa menimbulkan ketegangan di seluruh dunia antara kedua agama, Islam dan Nasrani. Atau bahkan itu menjadi awal munculnya perang Dunia III?
KAMIS, 27 DESEMBER 2012
![]() |
Hari ini banyak kelompok lintas agama yang menggelar aksi demontrasi menentang Hari Pembakaran Al-Quran (International Burn a Koran Day) untuk mengenang tragedi 11 September runtuhnya gedung kembar World Trade Center (WTC) sembilan tahun lalu.
Aksi tersebut dihadiri Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan Gerakan Peduli Pluralisme dan Persekutuan Gereja Indonesia. Demo yang digelar di depan Kedubes AS Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (4/9), menentang rencana Hari Pembakaran Al-Quran yang akan digelar oleh Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida yang pada 11 September mendatang.
Itu sejauh pengamatan di Indonesia. Tapi sebenarnya aksi pembakaran terhadap Alquran itu sudah terjadi sebelum 11 September. Yah, beberapa hari lalu Gereja Dove World Outreach Center telah membagikan Alquran kepada penduduk setempat untuk memulai pembakaran.
Tak ayal pembakaran itu sempat diambil oleh sebagian orang, dan kini gambar video pembakaran Alquran sudah beredar di situs jejaring sosial seperti YouTube, Facebook, dan Twitter.
Pada video yang beredar itu terekam Al-Quran yang sengaja dibakar. Awalnya pelaku pembakaran menggunakan minyak/bensin untuk membakar. Dan ketika api hendak dinyalakan, pelaku bahkan sempat menggunakan kaki untuk membuka lembaran Al-Quran.
Gambar lainnya yang juga terdapat di YouTube adalah gambar video seorang pemuda yang membakar Alquran hingga tidak tersisa alias sudah menjadi abu. Dalam aksinya yang direkam, pemuda tersebut mengucapkan kata-kata hinaan kepada Islam, dan mengatakan “Allah is a F*** and Devil”.
Pembakaran Al-Quran itu terang saja menimbulkan kecaman dari berbagai negara yang mayoritas penduduknya muslim. Namun tidak sedikit pula kecaman malah muncul dari umat Kristiani. Seperti Asosiasi Nasional Evangelis, kelompok Evangelis terbesar di AS, mengeluarkan pernyataan mendesak gereja untuk membatalkan acara tersebut. Peringatan yang dibarengi dengan pembakaran Al-Quran itu bisa menimbulkan ketegangan di seluruh dunia antara kedua agama, Islam dan Nasrani. Atau bahkan itu menjadi awal munculnya perang Dunia III?


>

Post a Comment